Tuesday 27 January 2026 - 23:23
Pezeshkian pada Bin Salman: Kesatuan umat Islam adalah Strategi Efektif untuk Menghadapi Ketegangan dan Ketidakstabilan

Hawzah/ Presiden Iran dengan mengucapkan terima kasih atas dukungan dan solidaritas negara-negara Islam terhadap rakyat Iran dalam peristiwa baru-baru ini, menyatakan: Saya percaya bahwa kesatuan dan keharmonisan antara negara-negara Islam dapat menjamin keamanan yang stabil, kestabilan, dan perdamaian di wilayah ini. Oleh karena itu, peran penting dari negara-negara Islam, terutama para pemimpin dan saudara-saudara kita, sangatlah penting dalam hal ini.

Berita Hawzah – Masoud Pezeshkian, pada Selasa malam, 27 Januari 2026, dalam percakapan telepon dengan Muhammad bin Salman, Putra Mahkota Kerajaan Arab Saudi, membahas perkembangan terbaru internasional dan regional, serta peristiwa baru-baru ini di Iran.

Pezeshkian menekankan pendekatan prinsip pemerintah dalam urusan domestik dan regional, dan menyatakan bahwa pendekatan pemerintah Republik Islam Iran didasarkan pada menjaga kesatuan dan integritas bangsa, serta memperkuat persatuan nasional. Dalam arena regional, upaya dilakukan untuk memperkuat hubungan persahabatan dan kerja sama dengan negara-negara Islam, berdasarkan pendekatan persaudaraan Islam.

Presiden Iran menambahkan bahwa dia yakin bahwa umat Islam dan negara-negara Islam adalah saudara, dan dia percaya bahwa dengan kerja sama bersama, kita dapat membangun wilayah yang aman, maju, dan berkembang untuk rakyat kita.

Ia juga menyebutkan bahwa sejak awal, Amerika Serikat dan rezim Zionis telah meningkatkan kehostilan terhadap rakyat Iran, dengan menerapkan tekanan ekonomi, memicu perang, dan campur tangan langsung dalam memicu, mendukung, dan membiayai para perusuh dan demonstran dalam peristiwa baru-baru ini di Iran, yang menyebabkan kematian banyak rakyat Iran dan pasukan keamanan, serta kerusakan luas pada properti publik, peralatan darurat, pasar, dan masjid.

Dia menyatakan bahwa mereka berpikir bahwa dengan tindakan ini, mereka dapat mengubah Iran menjadi Suriah atau Libya, tetapi mereka tidak memahami hakikat, sifat, dan kebesaran rakyat Iran. Kehadiran luas dan sadar rakyat Iran di lapangan telah menggagalkan tujuan dan rencana mereka.

Muhammad bin Salman, Putra Mahkota Kerajaan Arab Saudi, juga menyatakan kegembiraannya atas percakapan dengan Pezeshkian dan menekankan: Semua upaya kami bertujuan untuk menciptakan stabilitas dan keamanan di wilayah ini dan mendorong negara-negara di wilayah ini menuju kemakmuran dan pertumbuhan, yang semuanya dalam kepentingan rakyat. Dan tidak diragukan lagi, kesatuan dan keharmonisan antara negara-negara Islam juga sangat penting bagi kami.

Putra Mahkota Arab Saudi juga menekankan bahwa negaranya tidak akan menerima tindakan agresi, ancaman, atau ketegangan terhadap Republik Islam Iran. Ia menyatakan kesiapan Arab Saudi untuk bekerja sama dengan Iran dan negara-negara lain di wilayah ini untuk mencapai perdamaian dan keamanan yang stabil.

Dalam arti lain, Muhammad bin Salman menyatakan bahwa Arab Saudi memiliki komitmen untuk meningkatkan stabilitas dan keamanan di wilayah ini, serta meningkatkan kerja sama dengan negara-negara lain, termasuk Iran, untuk mencapai tujuan tersebut.

Tags

Your Comment

You are replying to: .
captcha